Skip to content

Kanker Rahim Terjadi Setiap 6 Menit

August 21, 2009

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukan bahwa setiap enam menit sekali, seorang wanita terserang penyakit kanker leher rahim. Pernyataan itu dikemukakan Kepala Sub Direktorat Pencegahan Kanker Alat Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Wahyuni di Serang, Senin.

“Di Indonesia sendiri, menurut Wahyuni, dari 100 ribu orang wanita, 1.000 di antaranya mengidap penyakit tersebut,” kata Wahyuni, di Puskesmas Serang, Kota Serang, didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat, Keluarga Berencana Kota Serang Didi Nuryadi.

Wahyuni menjelaskan, bagi wanita, kanker leher rahim merupakan penyakit mematikan pertama setelah kanker payudara. “Karena itu pencegahan dini dengan pemeriksaan papsmear sangat berguna, “jelasnya.

Ia juga menerangkan, pemeriksaan papsmear diperlukan karena dua hal. Pertama, untuk mengetahui apakah leher rahim seorang wanita mengidap human papilloma virus (HPV) atau tidak. “Dan yang kedua, untuk mengetahui apakah si wanita tersebut terserang infeksi menular seksual (IMS) atau tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut Wahyuni menguraikan, karena minimnya pengetahuan atau hanya karena malas, seorang ibu tidak mau memeriksakan leher rahimnya ke dokter. “Dia baru mengetahui setelah ada gejala, seperti keputihan disertai bau di sekitar alat kelamin. Gejala lain, ketika bersenggama keluar darah. Dan itu sudah stadium gawat. Tim medis sulit untuk mengobati. Karena itu pengobatan seperti ini penting dilakukan,” tegas Wahyuni.

Ia menyarankan kepada para pria dan suami, sebagai bentuk pencegahan IMS kepada pasangannya, gunakan kondom sebagai bentuk perlindungan.

Karena menurutnya, terkadang, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak sedikit wanita yang mengidap IMS karena tertular dari suaminya. Dan hal ini butuh pengertian semua pihak.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Keluarga Berencana Kota Serang Didi Nuryadi menyatakan, pada pemeriksaan papsmear itu, diikuti oleh 100 ibu dari Kota dan Kabupaten Serang. Mereka diminta membayar sebesar Rp 30 ribu. “Ini sebagai langkah awal untuk mengetahui berapa jumlah penderita kanker leher rahim di Banten. Selama ini memang tidak ada datanya,” kata Didi.

Hasil pemeriksaan tersebut menurutnya, akan diuji di laboratorium. Sepekan kemudian hasilnya bisa diketahui. Kalau yang normal, diminta melakukan pemeriksaan papsmear lagi dua tahun kemudian. Sementara bagi mereka yang bermasalah, perlu ada tindakan medis lanjutan,” kata Didi

source : compiled by obatkankeralami

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: