Skip to content

Makanan dengan Kanker

August 20, 2009

Kita tentu mengetahui bahwa semua manusia suka makan. banyak pula orang yang merasa kesulitan untuk meninggalkan makanan yang menjadi santapan favorit mereka sehari  hari, bahkan orang yang sudah sakit dan terbaring di rumah sakit dengan dipenuhi selang infus dan bantuan alat rumah sakit pun dalam benaknya pasti berpikir tentang makanan yang enak – enak, ada pula yang beranggapan bahwa ” kami hanya hidup untuk makan “. sedangkan yang lainnya beranggapan kalau hidup tidak berarti jika kita tidak bisa menikmati makanan yang enak – enak tersebut.

Lantas apa hubungan Kanker dengan makanan ?? mungkin ulasan dibawah ini tidaklah sempurna namun biarlah menjadi pemahaman bagi kita semua bahwa tidak semua konsumsi makanan kita itu aman dan baik bagi kita.

Dari sudut pandang gizi diketahui bahwa energi, protein, zat besi, zinc, dan vitamin A berperan penting dalam mempertahankan kekebalan tubuh. Kekurangan zat-zat gizi tersebut akan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh dan akhirnya tubuh tidak mampu membendung karsinogenesis (pembentukan sel kanker).

Makanan Kaya Lemak

Diet makanan kaya lemak pada studi epidemiologis, menunjukkan adanya kaitan erat dengan munculnya kanker usus maupun kanker payudara.

Mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak rendah dan serat yang tinggi, seperti pada pola makan vegetarian, diketahui menyebabkan rendahnya kejadian kanker.

Pembentukan tumor akan semakin berkembang pada pola makan yang rendah lemak tak jenuh ganda. Lemak tak jenuh, tunggal maupun ganda, telah dikenal sebagai lemak yang bermanfaat bagi pencegahan penyakit jantung koroner.

Hormon tertentu mungkin ikut bertanggungjawab pada munculnya tumor. Hormon ini pengeluarannya dipicu oleh konsumsi lemak yang tinggi. Sebagai contoh, hormon prolactin (serum) yang merangsang pertumbuhan tumor ternyata semakin meningkat bila diet kita kaya lemak.

Ada hubungan positif antara kematian akibat lymphoma (kanker) dengan konsumsi protein hewani, khususnya daging. Diet tinggi protein umumnya banyak mengandung daging, banyak mengandung lemak tapi rendah serat. Negara-negara yang konsumsi dagingnya tinggi umumnya angka kematiannya akibat kanker kolon juga tinggi.

Cara Memasak

Bila kita memasak daging, maka terbentuklah senyawa HCA (amina-amina heterosiklis). HCA muncul sebagai reaksi antar protein hewani selama proses browning (pencoklatan). Cara memasak ternyata mempengaruhi jumlah HCA yang terbentuk. Semakin sedikit HCA terbentuk berarti semakin sehat daging yang dimakan. Memanggang daging di dalam oven akan menghasilkan HCA lebih sedikit dibandingkan menggoreng, menyate dan memanggang di atas kompor yang suhunya tinggi.

Sedangkan merebus secara perlahan-lahan dengan panas bertahap, mengukus, atau memasak dengan oven praktis tidak menghasilkan HCA. HCA paling banyak ditemukan pada daging babi asap yang digoreng.

Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan bahwa HCA mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih. HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika.

Sebagaimana diketahui konsumsi daging penduduk AS relatif tinggi, dibandingkan penduduk di belahan dunia lainnya.

Daging Merah

Sebuah studi yang dilakukan oleh New York University Medical Center menunjukkan bahwa wanita-wanita yang rajin makan daging merah, ternyata berpeluang menderita kanker payudara dua kali lipat, dibandingkan mereka yang hanya makan daging unggas dan ikan.

Ini tidak berarti bahwa kita harus berpantang mengkonsumsi daging sapi dan sejenisnya. Boleh saja makan daging sapi, yang penting frekuensinya jangan terlalu sering.

Perlu diperhatikan bahwa daging yang diawetkan dengan nitrat akan memberikan kontribusi asupan nitrat ke dalam tubuh. Padahal, nitrat ini di dalam tubuh akan berubah menjadi nitrit dan selanjutnya menjadi nitrosamin yang karsinogenik.

Penggunaan pupuk nitrogen di bidang pertanian harus dilakukan dengan hati-hati karena hal ini bisa dikaitkan dengan munculnya kanker gastric.

Konsumsi vitamin A yang rendah dalam diet sehari-hari menyebabkan tingginya kejadian kanker perut dan paru. Vitamin A sangat berperan dalam imunitas tubuh. Selain itu vitamin A juga mencegah ikatan karsinogen (penyebab kanker) dengan DNA, dan mampu mengontrol diferensiasi sel epitel premalignant (sebelum menjadi sel kanker).

Teh, Buah, Sayur

Mengkonsumsi daging seyogyanya selalu disertai dengan makan sayuran dan buah-buahan sebagai sumber antioksidan.

Buah-buahan seperti jeruk, kaya akan vitamin C yang merupakan antioksidan yang kuat. Demikian pula sayuran yang berwarna hijau, juga tinggi kandungan vitamin C-nya.

Selain itu membiasakan minum teh sehabis makan daging juga akan mendukung kesehatan tubuh. Di dalam teh terkandung katekin yang merupakan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh kita.

Konsumsi pangan sumber antioksidan akan menetralisir pembentukan HCA. Bumbu-bumbuan seperti bawang putih dan cabe hijau, yang sering kita gunakan untuk menambah lezatnya daging, ternyata juga dapat berfungsi untuk menekan nitrosamin (karsinogen). Demikian pula wortel dan tomat.

Jadi, alam sebenarnya sudah menyediakan gizi dan zat non gizi, yang bila diramu dengan baik akan bermanfaat bagi kesehatan kita.

source : kompas.com

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: